SOLOR GEOGRAPHICALLY
Solor adalah sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara, yakni di sebelah timur Pulau Flores. Pulau ini dibatasi oleh selat Lewotobi di barat, selat Solor di utara, selat Lamakera di timur serta Laut Sawu di sebelah selatan. Secara administratif, Pulau Solor adalah salah satu pulau yang terletak di Kabupaten Flores Timur. Pulau ini terdapat 3 kecamatan, yakni kecamatan Solor Barat yang berpusat di Ritaebang, Solor Selatan yang berpusat di Kalike dan Solor Timur yang berpusat di Menanga.
 |
| Solor Island |
Solor merupakan daerah kering dengan curah hujan rendah. Musim panas terjadi pada bulan April-Oktober. Sedangkan November-Maret adalah musim hujan, namun curah hujan sangat sedikit, hanya angin kencang yang sering muncul. Oleh karena itu. daerah ini sering disebut daerah bayang-bayang hujan. Jadi, tidak heran kalau Pulau Solor ini sangat panas.
Walaupun panas, banyak sekali pemandangan indah yang membuat suasana hati yang semula galau menjadi nyaman. Banyak pemandangan alam yang belum terjamah oleh tangan manusia. Pegunungan-pegunungan yang menghijau oleh padang sabana di kala musim hujan dan berubah seperti ladang emas di kala musim kemarau terbentang luas dan membuat mata menjadi tidak berkedip menatapnya.
 |
| Green Grass, Blue See in Lamakera |
 |
| Kalelu Beach |
Pantai-pantai dengan pasir putih dan kuning yang terbentang indah mengelilingi pulau. Gagahnya matahari pagi dan indahnya matahari terbenam dapat dinikmati hampir setiap hari. Semua ini membuat insan yang melihatnya berdecak kagum. Sang Pelukisnya memang sangat luar biasa. Itulah kebesaran Tuhan. Tuhan memang adil, walaupun panas menyengat kulit, namun menyegarkan batin yang melihat keindahanNya.
Sebelum saya menceritakan lebih lanjut tentang keindahan Pulau Solor, saya akan menuliskan sedikit tentang awal terdamparnya saya di Pulau Solor ini :) Saya menginjakkan kaki di lewo tana ini bermula dari keikutertaan saya di Dikti Project Sarjana Mendidik di Daerah 3T yang biasa disebut SM-3T. Untuk peserta SM-3T Kalbar ditempatkan di Provinsi Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Kabupaten Flores Timur.
Pada tanggal 18 September 2013, kami memulai perjalanan yang cukup melelahkan bersama Sriwijaya dengan rute Supadio, transit ke Cengkareng, lanjut ke Juanda dan berakhir di El Tari, Kupang, dan naik kapal dari pelabuhan Kupang menuju Waibalun, Larantuka, Flores Timur selama 12 jam. Dari 42 orang ini kami disebar ke tiga daerah yaitu Daratan Larantuka, Pulau Adonara dan Pulau Solor. Di antara ketiga pulau ini, dosen kami mengatakan bahwa daerah yang agak sulit kehidupannya dari berbagai aspek adalah solor. Semua peserta berharap untuk tidak ditempatkan di daerah ini, begitu juga saya. Sedikit doa dipanjatkan kepada Tuhan agar saya tidak mendapat daerah ini. Ternyata doa saya tidak dikabulkan. hehehehehe. Tuhan lebih memilih saya dan keempat teman untuk menjadi penghuni tambahan selama setahun. Mulanya saya agak sedikit kecewa karena cuma kami berlima yang ditempatkan disini. Dosen saya menasehati untuk berhati-hati disini, jaga mulut dan sikap, karena Pulau Solor masih menggunakan ilmu-ilmu gaib. Tanggal 20 September 2013, kami semua di sebar ke lokasi sekolah masing-masing. Inilah pertama kali saya menginjakkan kaki di Pulau Solor dengan menyeberangi selat Wowotobi menggunakan perahu kecil... Welcome Solor Island... :) Demikian sekilas cerita mengenai awal terdamparnya saya di Pulau Solor :)
TEMPAT-TEMPAT MENARIK DI PULAU SOLOR
1. SOLOR BARAT
Diketiga kecamatan di Pulau Solor, semuanya memiliki keindahan tersendiri. Banyak tempat-tempat menarik dengan pemandangan-pemandangan indah yang dapat Anda kunjungi. Di Solor Barat terdapat beberapa pantai seperti pantai Wato Kola, pantai Kalelu dan Riang Sunge. Selain pantainya yang indah dengan laut yang membiru, indahnya matahari terbenam juga dapat disaksikan disini. Jika air surut, kita bisa melihat terumbu karang yang indah dengan berbagai warna hanya menggunakan mata telanjang. Sayang, kamera saya bukan tipe waterproof, sehingga tidak ada dokumentasi untuk ini...nabung dulu ya.. :)
 |
| Wato Kola di saat air surut |
 |
| Wato Kola di saat air pasang |
| | | | | | | | |
| Sunset di Wato Kola |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
 |
| Wato Kola stone |
Wato Kola berasal dari bahasa Lamaholot yang berarti batu yang tersembunyi. Menurut kepercayaan penduduk di Solor, tidak ada satu orang pun yang boleh memanjat atau mendaki di atas batu ini. Jika melanggar aturan tersebut, akan berakibat fatal. Konon katanya batu tersebut di atasnya ada sebuah desa yang dihuni oleh para makhluk halus dan tidak bisa dilihat dengan mata telanjang manusia. Oleh karena itu, jika ada manusia atau binatang yang berani mendaki di batu itu, akan di ambil dan dijadikan warga makhluk halus tersebut. Jikapun ditemukan fisik mereka, tapi dalam keadaan meninggal.
 |
| Pantai Watokola.. terlihat Ile (Gunung) Mandiri di belakang |
Jika ke Pulau Solor, jangan lupa membawa topi atau penutup kepala lainnya, begitu juga dengan kacamata hitam. Benda-benda ini bukan untuk gaya-gayaan... tapi kebutuhan :) Maklumlah sinar matahari disini sangat menyengat.
 |
| Kedua benda ini wajib dibawa di Solor :) |
Di Solor Barat juga memiliki padang sabana yang cukup luas. Tempat ini sangat cocok untuk yang hobi yoga dan memerlukan ketenangan batin karena berhadapan dengan laut yang biru dengan suara ombak yang teratur serta semilir angin yang menyegarkan.
 |
| Green Liko, Sabana yang menghijau |
 |
| Take a breath, Green Liko di kala matahari terbenam |
 |
| Renungan |
 |
| Salah satu sisi Pantai Riang Sunge, di Ritaebang |
 |
| Mangrove, di Riang Sunge |
Continued...