Hi guys,,,kali ini aku akan bercerita tentang salah satu tempat wisata alam yang sedang booming di Kalimantan Barat pada tahun 2014. Tempat tersebut adalah Bukit Jamur. Konon saking serunya pemandangan bukit itu sampai dalam sehari wisatawan domestik yang mendaki sampai ratusan... Hmmm... tak bisa kubayangkan rek betapa padatnya tuh bukit. Hampir setiap hari di medsos terutama facebook menampilkan para facebookers mengupload foto yang namanya Bukit Jamur...
Wow... lumayan keren tuh pemandangan pikirku.. Tawaran untuk ke Bukit Jamur semakin menjamur juga... namun tak satupun yang mengajak pergi ke bukit itu. Aku sedikit kecewa dan aku masih penasaran dengan keindahan awan-awan yang ada di bukit Jamur. Harapanku masih bertahan dalam pikiran. Akhirnya di akhir Desember ada teman dari MAPALA ARKHA dan MATA mengajak secara mendadak... wah... pikirku. Ini kesempatan emas.. tapi lagi-lagi aku mikirin pekerjaanku yang harus ditinggal. Syukurnya bos kantorku adalah om ku sendiri. Dengan mengucapkan kata-kata indah akhirnya aku diijinkan juga untuk berangkat ke Bengkayang, kabupaten dimana tempat Bukit Jamur itu berdiri kokok. Horeeee.... Betapa senangnya hati ini... Karena aku mengendarai motor sendiri dan harus melewati jalan Vandering aku masih ragu untuk berangkat, maklum jalan Vandering itu menanjak dan berliku-liku. Apalagi aku masih trauma yang namanya jatuh dari motor...
Alhamdulillah ketakutanku sirna, ada adik sepupuku.. kutawarkan untuk pergi bersama dan dia tidak menolak sedikitpun, hanya memberikan isyarat untuk minta ijin sama mamamnya dan harus pulang sebelum tahun baru. yah... tanpa banyak tanya langsung aku iyakan dan meminta ijin kepada makngahku.... Horeee... diijinkan men :D. Kami pun langsung berangkat dengan kedua temanku.... turun dari rumah jam 16.00 dan sampai di Bengkayang jam 18.30... kami beristirahat di kafe Flexy dan akhirnya memutuskan menginap di rumah temannya bang Galon. Tidak semua rencana berjalan dengan mulus, ternyata Bang Galon dan Bang Nanang tidak mau langsung mendaki besoknya. Mereka akan menuju bukit pada malam tahun baru. Sedangkan aku sudah berjanji untuk menghabiskan malam tahun baru bersama keluarga.
Akhirnya keesokan harinya aku dan adikku nekat untuk berangkat dan mendapatkan view yang keren itu. Dengan bantuan istri temannya Bang Galon kami berdua menuju Desa Tiga dimana desa tersebut merupakan lokasi Bukit Jamur. Setiba di jembatan gantung, kakak yang saya lupa namanya itu meninggalkan kami dengan 1 kata "hati-hati". Terima kasih kakak :D Kami mulai menyeberangi jembatan gantung yang lumayan mengerikan.. kurang lebih 15 menit akhirnya kami tiba di tempat parkiran.. banyak motor yang sudah berjejer rapi, kami pun ke rumah tukang parkir tersebut dan memberikan uang 5000 sebagai tarif parkir. Kemudian kami diminta untuk ke rumah Kepala Desa dan mengisi buku tamu. Setelah itu barulah kami cus... langsung memulai perjalanan sesungguhnya. Jalan yang becek karena musim hujaan membuat kami berdua merasa kesulitan untuk berjalan... Keadaan tanah yang tidak rata dan licin semakin mempersulit. Dengan hati-hati, pelan namun pasti kami melangkah dengan senang hati. Kami targetkan harus tiba di bukit itu sebelum jam 7 pagi. Karena lewat jam tersebut dikhawatirkan gumpalan awan sudah pecah. Akhirnya kurang lebih 2 jam kami pendakian kami akhirnya tiba di puncak Bukit Jamur... Wow... Subhanallah... So amazing.... akhirnya rasa lelah kami terbayarkan.
 |
| First time I met... Foggy hill |
 |
| Pengen tidur di atas awan??? Bukit Jamur pilihannya :D |
 |
| Terdapat banyak batu besar di Bukit Jamur |
 |
| Semakin banyak pengunjung yang datang, Bukit Jamur menjadi tempat bagi masyarakat untuk mencari penghasilan tambahan dengan membuat pondok untuk berjualan |
 |
| Green and foggy... so beautiful |
 |
| Terlihat tenda-tenda yang dipasang oleh pengunjung. Semoga kebersihan Bukit Jamur tetap terjaga |
 |
| Kabut dan hamparan ilalang menambah keindahan Bukit Jamur |
 |
| Keindahan Bukit Jamur patut diacungin jempol :D |
 |
| Negeri di atas awan |
 |
Terlihat perkampungan di bawah bukit. Kabut semakin menipis seiring dengan meningginya matahari
|