Sabtu, 14 Maret 2015

BUKIT JAMUR, Negeri di Atas Awan










Hi guys,,,kali ini aku akan bercerita tentang salah satu tempat wisata alam yang sedang booming di Kalimantan Barat pada tahun 2014. Tempat tersebut adalah Bukit Jamur. Konon saking serunya pemandangan bukit itu sampai dalam sehari wisatawan domestik yang mendaki sampai ratusan... Hmmm... tak bisa kubayangkan rek betapa padatnya tuh bukit. Hampir setiap hari di medsos terutama facebook menampilkan para facebookers mengupload foto yang namanya Bukit Jamur...

Wow... lumayan keren tuh pemandangan pikirku.. Tawaran untuk ke Bukit Jamur semakin menjamur juga... namun tak satupun yang mengajak pergi ke bukit itu. Aku sedikit kecewa dan aku masih penasaran dengan keindahan awan-awan yang ada di bukit Jamur. Harapanku masih bertahan dalam pikiran. Akhirnya di akhir Desember ada teman dari MAPALA ARKHA dan MATA mengajak secara mendadak... wah... pikirku. Ini kesempatan emas.. tapi lagi-lagi aku mikirin pekerjaanku yang harus ditinggal. Syukurnya bos kantorku adalah om ku sendiri. Dengan mengucapkan kata-kata indah akhirnya aku diijinkan juga untuk berangkat ke Bengkayang, kabupaten dimana tempat Bukit Jamur itu berdiri kokok. Horeeee.... Betapa senangnya hati ini... Karena aku mengendarai motor sendiri dan harus melewati jalan Vandering aku masih ragu untuk berangkat, maklum jalan Vandering itu menanjak dan berliku-liku. Apalagi aku masih trauma yang namanya jatuh dari motor...

Alhamdulillah ketakutanku sirna, ada adik sepupuku.. kutawarkan untuk pergi bersama dan dia tidak menolak sedikitpun, hanya memberikan isyarat untuk minta ijin sama mamamnya dan harus pulang sebelum tahun baru. yah... tanpa banyak tanya langsung aku iyakan dan meminta ijin kepada makngahku.... Horeee... diijinkan men :D. Kami pun langsung berangkat dengan kedua temanku.... turun dari rumah jam 16.00 dan sampai di Bengkayang jam 18.30... kami beristirahat di kafe Flexy dan akhirnya memutuskan menginap di rumah temannya bang Galon. Tidak semua rencana berjalan dengan mulus, ternyata Bang Galon dan Bang Nanang tidak mau langsung mendaki besoknya. Mereka akan menuju bukit pada malam tahun baru. Sedangkan aku sudah berjanji untuk menghabiskan malam tahun baru bersama keluarga.

Akhirnya keesokan harinya aku dan adikku nekat untuk berangkat dan mendapatkan view yang keren itu. Dengan bantuan istri temannya Bang Galon kami berdua menuju Desa Tiga dimana desa tersebut merupakan lokasi Bukit Jamur. Setiba di jembatan gantung, kakak yang saya lupa namanya itu meninggalkan kami dengan 1 kata "hati-hati". Terima kasih kakak :D Kami mulai menyeberangi jembatan gantung yang lumayan mengerikan.. kurang lebih 15 menit akhirnya kami tiba di tempat parkiran.. banyak motor yang sudah berjejer rapi, kami pun ke rumah tukang parkir tersebut dan memberikan uang 5000 sebagai tarif parkir. Kemudian kami diminta untuk ke rumah Kepala Desa dan mengisi buku tamu. Setelah itu barulah kami cus... langsung memulai perjalanan sesungguhnya. Jalan yang becek karena musim hujaan membuat kami berdua merasa kesulitan untuk berjalan... Keadaan tanah yang tidak rata dan licin semakin mempersulit. Dengan hati-hati, pelan namun pasti kami melangkah dengan senang hati. Kami targetkan harus tiba di bukit itu sebelum jam 7 pagi. Karena lewat jam tersebut dikhawatirkan gumpalan awan sudah pecah. Akhirnya kurang lebih 2 jam kami pendakian kami akhirnya tiba di puncak Bukit Jamur... Wow... Subhanallah... So amazing.... akhirnya rasa lelah kami terbayarkan.



First time I met... Foggy hill


Pengen tidur di atas awan??? Bukit Jamur pilihannya :D

Terdapat banyak batu besar di Bukit Jamur
Semakin banyak pengunjung yang datang, Bukit Jamur menjadi tempat bagi masyarakat untuk mencari penghasilan tambahan dengan membuat pondok untuk berjualan
Green and foggy... so beautiful
Terlihat tenda-tenda yang dipasang oleh pengunjung. Semoga kebersihan Bukit Jamur tetap terjaga

Kabut dan hamparan ilalang menambah keindahan Bukit Jamur

Keindahan Bukit Jamur patut diacungin jempol :D

Negeri di atas awan
Terlihat perkampungan di bawah bukit. Kabut semakin menipis seiring dengan meningginya matahari







Jumat, 13 Maret 2015

WELCOME SURABAYA

Mmm... sudah lama banget tidak mengisi blog tercinta ini, maklum selain gak ada waktu, penyakit M juga membuat blog ini terbengkalai bak tak bertuan... hehehe. Seandainya ia bernyawa.. mungkin si blog ini akan berkata "pulangkan saja aku pada ibuku atau ayahku..." emang siapa ayah atau emaknya si blog ya. Hehehe. Ok guys... Aku akan bercerita sedikit tentang aktivitasku sekarang.. Aku jadi mahasiswa lagi rek... hehehe... serasa muda jadinya... yang senangnya lagi kalau kuliahku ini ditanggung 100% oleh pemerintah... dari bangun tidur sampe tidur lagi di tanggung semua.... keren gak tu.... hehehe. "Harusnya aku bercerita tentang pendidikan" ni malah tentang tidur... maklum hobi tidur... hahaha... ntar dilanjutin lagi ya... soalnya mau mandi. Gila men.. Jam 11.30 masih belum mandi... kalau ada emak disini mungkin beliau udah berubah jadi emma watsone yg bawa penyapu untuk mukulin aku... hahaha. Ntar lanjut lagi ya :)
Pagi semua :) kumulai dengan mengetik blog ini pada pukul 09.25 waktu Indonesia bagian asrama Putri UNESA :D... Aku mau menceritakan tentang awal terdamparnya aku dan kedua temanku (Mbak Kusniyati dan Heni) di bumi Buaya dan Hiu... Baca baik-baik ya guys :D Setelah mengikuti perjuangan berat (Lebay :D) di daerah 3T, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi telah berbaik hati memberikan beasiswa penuh bagi seluruh peserta SM3T untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru. Semua peserta akan dikuliahkan di Perguruan Tinggi yang telah ditunjuk, yang jelas Perguruan Tinggi yang bonafit gitu :D :D (merasa bangga :D) Namun, semua peserta tidak tahu akan ditempatkan dimana selain harus menunggu pengumuman yang keluar dari Dikti. Otomatis sebagai peserta, aku galau setengah mati mau ditempatkan dimana, kayaknya bukan aku sendiri sih yang galau :D :D. Setelaj menunggu kurang lebih 6 bulan menghayal akan kuliah dimana, akhirnya pengumuman pun keluar dari setiap LPTK.. wah... arek-arek kayaknya pada sayang... seingatku teman-teman yang ditempatkan di Jakarta yang terlebih dahulu tahu akan nasibnya... yah... rasa galau mereka pun hilang... sedangkan yang lain masih pada bergalau ria. hihihihih Tidak lama kemudian, anak-anak di grup pada heboh ternyata namaku sendirian di Kampus UNESA.. aku yang sedang bekerja di kantor tiba-tiba ditelpon oleh temanku. otomatis aku kaget, sendirian!!!!! hmmm aku makin galau, akhirnya ku cek kebenaran tersebut. Ya ampun... ternyata itu benar... namaku yang dari Kalbar sendirian... pikiranku kemana-mana, maklumlah aku tidak tau sama sekali tentang Kota Surabaya, kalaupun pernah ada disitu pada tahun 2010 itu hanya lewat doank... aku curhat sama om ku. malahan om ku bersyukur... setidaknya aku menjadi anak yang lebih kuat dan mandiri kalo sendirian serta mendapat kenalan baru, katanya. Pokoknya om ku berkata-kata dengan ribuan kata yang membuatku menjadi ingin menginjakkan kaki segera ke kota hiu dan buaya itu.