Bali.
Hampir semua orang mengenal pulau ini. Pulau paranya dewa yang terkenal di
seluruh penjuru dunia. Pulau yang terkenal dengan tempat wisatanya yang indah
mempesona. Banyak wisatawan domestic maupun mancanegara menunjuk Bali sebagai
tempat liburan yang nyaman dan aman.
Terlau
banyak foto foto yang terpampang nyata di google dan medsos tentang keindahan
Bali membuatku klepek-klepek ingin menginjakkan kaki ke Pulaunya Ngurah Rai
itu. Padahal tahun 2010 aku sudah pernah kesana. Berhubung dulu hanya mampir
sebentar dan tidak banyak tempat yang dikunjungi maka aku harus mengulang untuk
keduanya. Mumpung di Pulau Jawa pikirku. Bersama Ros, Kak Miya dan Pita,
kumantapkan diri untuk jalan-jalan tipis ke Bali. Berharap dengan dana di bawah
1 juta kami dapat mencapai tempat-tempat yang menarik. Maklumlah masih
mahasiswa, pendapatan juga tidak ada selain mengharapkan amunisi M 750 alias
biaya hidup dari beasiswa :D So, disinilah perjalanan dimulai.
B Senin,
21 Desember 2015
Dengan
terpaksa aku bangun pagi. Maklum katanya si bang taksi mau jemput jam 03.00
WIB. Bayangkan… aku yang biasanya bangun jam kesiangan harus dipaksa bangun
kepagian.. hadeh.. dengan tubuh seperti zombie kupaksakan diri ke kamar mandi,
cuci muka dan sikat gigi tanpa mandi :D. Ku pikir tu si abang agak gendeng,
masa sih kereta api berangkat jam 04.35 WIB tapi jam 03.00 sudah mau di
jemput?? Padahal dari Asrama Putri Unesa ke Stasiun Wonokromo hanya memakan
waktu sekitar setengah jam. Aku sempat berpikiran buruk, sepertinya si babang
mau bawa kita muter-muter biar bayaran mahal.
 |
| Tiket Kereta Surabaya-Banyuwangi |
Tepat
jam 03.00 si babang sudah nunggu depan masjid Unesa. Taksi pun meluncur dengan
cepatnya. Di jalan si babang mulai mau melancarkan aksinya. Taksi diarahkan ke
jalan yang kalo diukur oleh argometer pasti ongkos taksinya lebih mahal. Dengan
sigap, Pita, temanku yang udah kenal Surabaya sejak kuliah S1 mengarahkan si
babang untuk ambil rute yang seharusnya. Bersyukur si babang mau. Kalo gak
pasti kami tabokin tu si babang :D emang berani ya?? Hahahaha. Alhamdulillah
perjalanan menuju Stasiun Wonokromo lancar. Jam 03.35 kami sudah sampai dan
merogoh kocek sebesar Rp 57.000.
 |
| Kereta apinya Bersih dan teratur (Photo by Rose) |
Ternyata
jam 03.35 itu keawalan banget. Stasiun masih tutup. Nih gara-gara si babang
pikirku. Kalo tau gitu, kan masih bisa tidur setengah jam lebih lama. Mana gak
ada kursi di luar. Jadilah kita seperti anak jalanan, yang menunggu di tepi
jalan :D. Stasiun baru dibuka pukul 04.20. Lumayan tegang si kaki ni. Begitu
stasiun dibuka kita langsung check in dan mencari musholla. Syukurlah masih ada
waktu untuk sholat. Jam 04.40 kereta Probowangi yang kami tunggu akhirnya tiba.
Kereta yang
tiketnya telah kami beli 17 hari sebelum keberangkatan ini lumayan murah, hanya
Rp 68.000
untuk perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 7 jam. Perjalanan
menggunakan kereta api emang sangat nyaman dan aman. Walaupun perjalanan jauh
tapi tidak terasa capeknya. Berbeda dengan beberapa tahun yang lalu dimana
banyak penumpang berdiri, sempit, rawan copet, belum lagi terganggu oleh
pengamen dan penjual yang datang silih berganti. Sekarang semuanya telah
berubah menjadi lebih baik. Harus kepada siapa aku berterima kasih?? Hahahaha.
Sayang ni alat transportasi belum ada di Kalbar. Kapan ya baru ada?? #Denger-denger
mau dibikin… asyiiiik :D
Jam
11.50 kereta tiba di Stasiun Banyuwangi Baru. Berjalan kurang lebih 20 menit
kita sampe di Pelabuhan Ketapang. Cukup membayar Rp 7,000,- per orang untuk
menyeberang dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk. Sampe deh kita di Bali
:D. Penyeberangan
dari Ketapang-Gilimanuk memakan waktu kurang lebih 40 menit.
 |
| Pelabuhan Ketapang |
Saat
kapal bersandar di pelabuhan, banyak calo-calo yang menawarkan jasa. Setelah
tawar menawar harga kita akhirnya mendapat bis yang katanya bisa Rp
30.000/orang untuk bisa sampe ke Denpasar. Eh, ternyata kita dibohongi gitu.
Setiba di bis drivernya malah minta harga Rp 35.000. Yah.. karena sudah
terlanjur dan tawar menawar kita tak berhasil akhirnya kita ikuti kemauan si
driver. Udah gitu, masih menunggu dan cari penumpang lagi. Setelah 1 jam
terkatung katung di terminal kita akhirnya mau naik bis lain bersama dengan 1
orang kakek yang udah kelelahan menunggu. Eh si drivernya lihat kita mau pindah
dan memutuskan berangkat saat itu juga. Dasar si driver tukang tipu, baru jalan
200 meter dr terminal, dia menghentikan bisnya dan nunggu lagi kurang lebih 1
jam.. Emang sama sekali gak bisa dipercara ni orang. Karena kesal nunggu
terlalu lama, aku pun turun dan bertanya kenapa tidak langsung jalan. “Rugi”
itulah jawaban si driver. Rugi jika penumpang gak penuh. Oalah… kulihat kakek
yang sudah kelelahan itu hanya memandangi si driver dengan tatapan tajam.
Kelihatannya dia kesal banget. Bis baru jalan lagi setelah menunggu kurang
lebih 1 jam. Kesal sudah pasti. Tapi karena ini pengalaman pertama, ya… tak
terlalu masalah :D Ambil hikmahnya. Keep positif thinking. Hehehe.
Perjalanan
menggunakan bis ini tidaklah seasyik kereta api. Tapi ya sudahlah.. Habis kalo
pake pesawat lebih mahal. Untung untung ada ni bis :D Kurang lebih 4 jam kami
tiba di tepian Terminal Ubung. Karena tujuan kami adalah daerah Tanjung Benoa,
jadi kami harus menginap 1 malam di Denpasar berhubung bis menuju ke Tanjung
Benoa sudah tidak beroperasi jika malam. Akhirnya kami memutuskan untuk
menginap 1 malam di
 |
| Hotel Viking. Only one night, but enough |
penginapan. Dengan bantuan seorang teman kami menginap di
Hotel Viking yang beralamat di Jalan Diponegoro 120 Denpasar. Harga 75 ribu per
malam adalah tarif yang paling murah di hotel itu. Berhubung yang termurah itu
sudah di booking, akhirnya kami mendapatkan kamar dengan tarif Rp 150.000,-.
Alhamdulillah ya dibayarin oleh teman yang baik hati itu. :D.. Thanks ya..
yeyeyeye. Kita pun bisa beristirahat untuk mempersiapkan stamina menuju Tanjung
Benoa.
B Selasa, 22 Desember 2015
Setelah
mandi dan packing untuk perjalanan selanjutnya, kami memutuskan untuk mencari
tempat penyewaan motor untuk menuju Tanjung Benoa. Menelusuri jalan Kota
Denpasar untuk mencari tempat sewa ternyata agak susah. Saat bertanya banyak
yang menjawab dengan ketus. Tapi ada juga yang ramah. Akhirnya kami menemukan
tempat sewa motor dari informasi yang kami dapatkan dari ibu-ibu penjual kue.
Sayangnya motor yang ingin kami sewa sudah kurang bagus dan harganya mahal.
Dipatok harga Rp 50.000,- per hari, padahal motornya motor grand lama. Karena
bingung harus mencari kemana lagi sedangkan kami sudah berjalan jauh dari hotel
akhirnya aku menghubungi temanku itu. Alhamdulillah di dekat kosnya ada tempat
penyewaan motor yang lumayan murah yaitu Rp 35.000 per hari. Kami berempat pun
berbagi tugas. 2 orang mengambil motor, dan 2 orangnya lagi pulang ke hotel
untuk check out. Kami pun menyewa motor selama 3 hari untuk jalan-jalan menuju
tempat yang ingin dikunjungi. Daaaan… perjalanan panjang pun dimulai… Go…
Riderrrrr… :D :D Go Strong girls!!!!
 |
| Kak Miya and the rider (Aku) hehehe |
Melewati
Tol Bali Mandara adalah pengalaman bermotor yang paling menyenangkan. Tol yang
menghubungkan Tanjung Benoa, Nusa Dua dan Ngurah Rai ini adalah tol terapung
pertama di Indonesia yang membentang sepanjang 12,7 km di atas laut. Tol ini
mempunyai pemandangan yang sangat indah dan udara laut yang sangat segar. Tarif
masuk tol adalah 4.500 rupiah per motor.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
 |
| Tol Bali Mandara |
|
| |
|
|
Kurang
lebih 2 jam perjalanan akhirnya kami tiba di Tanjung Benoa. Kami pun mencari
kos nya adik Ros, Kiki, untuk menginap. Lumayan, selain silaturahmi, kita juga
mendapat tempat menginap gratis. Xixixixixi. Setelah beristirahat beberapa jam
dan energi sudah bertambah, kami memutuskan untuk langsung jalan-jalan. Tujuan
kami adalah Uluwatu. Berbekal Google Map dan Google manual (Bertanya ke
orang-orang, hehehe) kami dengan pedenya menuju daerah sasaran. :D. Baru
beberapa menit di perjalanan, kami berempat di bantai hujan. Mana tidak ada
mantel lagi. Karena tidak mau waktu yang ada terbuang sia-sia, kami tetap
melanjutkan perjalanan. Pantang bagi kami untuk pulang dengan basah kuyup tanpa
membawa apa-apa. #malunya… Syukurlah hujan pada saat itu tidak permanen.
Alhamdulillah akhirnya pakaian di badan kering sendiri… Terima kasih angin…
Xixixixi.
 |
| Ikon GWK :D |
Sebenarnya untuk
menuju Uluwatu tidaklah begitu jauh. Jarak antara Tanjung Benoa ke Uluwatu
hanyalah 24 km yang memakan waktu 45 menit (Versi Google map). Namun karena
kami masih asing dengan daerah itu maka waktu yang dibutuhkan hampir 2 jam. Selain masih asing, ternyata ada tempat yang menarik untuk disinggahi. GWK.
Walaupun tidak masuk ke GWK, namun tulisan GWK itu sendiri mempunyai daya
magnet sehingga membuat kami tidak mampu menahan diri untuk berfoto. Hahahaha.
Setelah
puas berfoto, kami pun melanjutkan perjalanan kembali. Perjalanan menuju
Uluwatu sangatlah tidak membosankan. Banyak hal yang bisa dilihat di sisi kiri
kanan jalan. Sayang, karena saya ridernya jadi cuma bisa lirik sekali-kali.
Ntar kalo gak focus bisa bahaya bro.. hehehhe.
Akhirnya pukul 15.36
kami tiba di gerbang obyek wisata Uluwatu yang berlokasi di desa Pecatu.
Bahagia semakin bertambah saat baju di badan ternyata sudah kering. Hahahaha.
 |
| Gerbang Uluwatu |
Kami pun langsung menuju tempat pembelian tiket. Harga tiketnya adalah Rp
20.000/orang. Selain berkewajiban untuk membayar tiket masuk, semua pengunjung
juga diwajibkan untuk memakai kain ungu bagi yang menggunakan bawahan pendek
dan cukup menggunakan sabuk kuning untuk pengunjung yang memakai celana/rok
panjang. Setiba disana aku takjub melihat pemandangan di Uluwatu. Masya Allah…
bak musim semi bunga yang berwarna merah bermekaran (gak tau nama tanamannya
apa). Dalam jumlah yang sangat banyak itu menambah pesona Uluwatu.
 |
| New friends |
 |
| Spring oh Spring.. |
 |
| Sekilas tentang Uluwatu |
 |
| Pura Uluwatu dan Sunset |
B Rabu,
23 Desember 2015
Destinasi
selanjutnya adalah Peninsula Island dan Water Blow. Tempat wisata ini terletak
di kawasan elit. Biarpun berada di kawasan elit, masuk ke tempat ini gratis
bro… hehehe
 |
| Prasasti Peninsula Island :D |
. Parkir juga gratis. Pokoknya serba gratis. :D
Disini
mata kita sangat dimanjakan oleh indahnya pemandangan laut dengan pasir putih
yang halus plus gazebo di sepanjang pantai. Lapangan luas yang berumput hijau
menambah segarnya mata bagi yang memandang. Di tengah lapangan itu terdapat
patung Rama dan Shinta. Sebenarnya tujuan utama kami adalah Water Blow. Pengen
sekali melihat air laut yang menyembur ke udara dengan dentuman ombak yang
memecah karang. Sayang waktunya tidak tepat. Kami hanya melihat onggokan karang
tanpa air yang menyembur keluar. Sedikit kecewa memang. Walaupun begitu kami
sangat menikmati pemandangan disini.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
 |
| Lapangan rumput dan patung Rama Shinta |
 |
| Waterblow Gate |
 |
| Batu karang dan gelombang tempat munculnya water blow |
 |
| Take a deep breath and feel the sensation |
 |
| Pasir putih yang lembut dan deretan gazebo |
 |
| We are happy here |
 |
| I am happy here |
 |
| How beautiful you are |
|
|
|
| |
|
|
|
|
|
|
 |
| Sisi kiri dan kanan jalan adalah tebing kapur |
Puas
berjalan di Peninsula, kami pun melanjutkan perjalanan ke Pantai Pandawa yang
masih berada di Bali Selatan tepatnya di Desa Kutuh Kabupaten Badung.
Perjalanan menuju pantai ini agak menyeramkan. Bagi aku sih, maklum aku paling
takut mengendarai motor yang medannya mendaki
dan menurun. Sisi kiri dan kanan jalan adalah tebing-tebing kapur. Namun, matamu tidak akan bosan memandang pemandangan laut dari
ketinggian. Laut biru yang indah dan hamparan pasir putih yang lembut. Benar-benar mmemanjakan
bagi mata yang memandang. Sebelum memasuki kawasan pantai, kita dipertontonkan
dengan tebing-tebing kapur di pinggir jalan yang dipahat sedemikian rupa.
Bahkan di dinding tebing ditempatkan beberapa patung Pandawa yang menambah
kekaguman bagi pengunjung yang melihatnya. Untuk masuk ke pantai ini cukup
dengan merogoh kocek Rp 5.000/orang dengan biaya parkir Rp 2.000,-/motor.
Jangan lupa untuk membawa topi dan kacamata hitam karena panas sangat menyengat
di pantai ini. Tapi jangan khawatir kalo Anda tidak membawanya karena banyak
kios yang menjual topi, kacamata dan aksesoris lainnya di sepanjang pantai.
 |
| Salah satu patung Pandawa yang ditempatkan dalam tebing |
 |
| Tulisan Pantai Pandawa menempel dengan gagahnya di tebing |
 |
| Warung makan seafood berjajar dengan rapi dan kondisi jalan yang sangat bersih |
 |
| Salah satu aktivitas yang dapat kamu lakukan disini adalah canoeing |
 |
| Tempat wisata yang sangat menjanjikan |
 |
| Ingin aktivitas yang lebih menantang? Ayo coba paralayang |
 |
| Area parkir yang luas |
 |
| Amazing Pandawa |
|
|
Setelah menikmati indahnya Pandawa, kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Kuta. Kami sedikit mengalami kesulitan untuk mencapai pantai ini karena HP yang kami
 |
| Pantai Kuta.. the icon of Bali |
andalkan sebagai peta perjalanan mati semua. Akhirnya kami menggunakan GPS mulut. Hehehe. Alhamdulillah akhirnya sampai juga ke Pantai Kuta.
Menurutku Kuta
tidaklah seindah Pantai Pandawa dan Peninsula. sebelumnya aku juga pernah
kesini tahun 2010. Namun karena kata orang belum sampe ke Bali kalo belum ke Kuta, jadi kita merasa berkewajiban untuk mengunjungi si Kuta.
Hehehehe. Kuta yang terkenal
 |
| Tetap rame walaupun mendung |
dengan sunsetnya ini tidak menunjukkan sisi indahnya
pada waktu itu karena langit yang mendung. Karena semakin sore, kami pun
meninggalkan Kuta menuju Jogger untuk berbelanja bagi yang masih punya persenan
di dompetnya. Bagi yang dompetnya kosong cukup dengan window shopping.
Hahahaha. Setelah puas dengan shopping, saatnya kembali ke peraduan. Perjalanan
antara Jogger dan Tanjung Benoa memakan waktu kurang lebih 40 menit perjalanan
waktu GPS. Namun di kenyataannya karena para rider belum menguasai medan maka
waktu perjalanan menjadi kurang lebih 1,5 jam. Hahaha.
 |
| Lokasi Hard Rock Cafe depan Kuta |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Kamis,
24 Desember 2015
Pukul 06.00 WITA kami
berempat meninggalkan Tanjung Benoa dan melanjutkan destinasi berikutnya yaitu
Danau Bedugul/Beratan dan Tanah Lot. Lokasi pertama yang kami kunjungi adalah
Danau Beratan. Walaupun perjalanan cukup jauh namun kami tetap semangat demi
 |
| Maha karya seni pahat Bali |
melihat indahnya Pura Ulun Danau Beratan yang terdapat pada uang Rp 50.000.
Hehehehe. Di perjalanan kami menemukan objek yang indah yaitu Patung Rama dan
Shinta yang sedang menaiki kereta kuda dan dikawal oleh 2 orang pengawalnya.
Keindahan patung itu membuat aku kagum akan orang Bali yang super kreatif dalam
seni pahat.
 |
| Rama dan Shinta |
 |
| Lahan parkir yang luas dengan latar belakang perbukitan |
Kurang lebih 2 jam perjalanan akhirnya kami tiba di Danau Beratan. Udara
yang segar dan pemandangan yang indah membuat aku secepat mungkin memarkirkan
motor dan masuk ke kawasan tersebut. Seperti biasa membeli karcis dengan harga
Rp 10.000/orang dan parkir Rp 2.000/motor.
Di Danau Bedugul ini kita bisa menikmati indahnya pemandangan danau dan
megahnya Pura Ulun Danau Beratan. Saranku kalo mau kesini sebaiknya di waktu pagi. Biar gak terlalu rame dan udaranya masih seger banget.
 |
| Perahu yang disewakan untuk mengitari danau |
 |
| Indahnya Pura Ulun Beratan |
 |
| Senang bisa berada disini |
 |
| Green and Fresh |
 |
| Banyak bunga bunga |
 |
| Unforgettable moment |
 |
| Pedagang menawari untuk mencicipi buah strawberrynya |
Puas menikmati indahnya si Beratan, kami langsung menuju Kebun Raya
Bali. Berhubung mengitari kebun raya itu memerlukan waktu yang cukup lama, kami
memutuskan untuk tidak masuk dan hanya berfoto di luarnya saja. Di luar kebun
raya banyak sekali pedagang menjual buah strawberry. Ternyata di samping kebun
raya adalah kebun strawberry. Tanpa membuang waktu kami langsung menuju kebun
strawberry berharap dapat membeli buah segar dengan memetik langsung.
 |
| Strawberry yang sudah di kemas |
Tapi sayang pada saat itu hanya sedikit buahnya yang masak. Akhirnya
pemilik kebun, tidak bisa menjual dan si bli yang baik hati memberikan buah
gratis kepada kami. Walaupun tidak banyak tapi kami sangat senang bisa makan
buah yang segar dan di petik langsung.
 |
| Di samping plank ini ada gang menuju kebun strawberry |
 |
| Bli yang baik hati dan kebun strawberrynya |
 |
| Aku baru pernah melihat kebun strawberry secara langsung :D |
 |
| Hasil panen buah. This is it |
 |
| Tidak apa gak masuk ke KRB, gerbangnya aj udah cukup. :D |
 |
| Diantara bunga-bunga yang bermekaran |
Kami tidak berlama-lama di
kebun strawberry karena hari semakin siang. Melanjutkan perjalanan ke Tanah Lot
adalah lebih baik untuk menghemat waktu. Kurang lebih 2 jam perjalanan akhirnya
kami tiba di Tanah Lot. Dengan membayar Rp 10.000/orang kita bisa menikmati
keindahan tanah lot yang terletak di pedesan Beraban Kabupaten Tabanan.
 |
| Pura Batu Bolong |
 |
| Pantai di kawasan Pura Bolong |
 |
| Banyak pura disini |
 |
| Tempat yang asyik untuk santai plus view laut |
 |
| Banyak hasil lukisan seniman Bali yang apik apik tenan |
 |
| Pura Luhur Tanah Lot |
 |
| Aceh-Magetan-Kalimantan Barat-Aceh. 4 Dara Sm3T. Hehehe |
Pulang dari Tanah Lot kami langsung cari penginapan di kawasan Terminal Ubung.
Alhamdulilah kami mendapat penginapan dengan tarif lumayan murah yaitu Rp
100.000. Kami memilih lokasi ini berhubung teman-temanku pulang ke Surabaya
dengan menggunakan bis. Sedangkan aku masih tetap di Bali untuk mengunjungi salah satu teman yang kuliah di Pulau Dewata ini. Destinasi Tanah Lot adalah destinasi terakhir dari perjalanan kami berempat. Ntah kapan bisa jalan-jalan bareng. Akan merindukan semua moment ini. It will be unforgettable moment ever. I will miss you, guys...
Sabtu, 26 Desember 2015
Aku
dan temanku mengunjungi Pantai Sanur. Sekilas Pantai Sanur mirip dengan Pantai
Pasir Panjang yang terletak di kotaku, Singkawang. Warna pasirnya kekuningan
dan agak kasar. Hanya saja Pantai Sanur di kemas dengan cukup apik sehingga menarik
wisatawan domestic dan mancanegara untuk mengunjunginya.
 |
| Airnya dangkal kok, jadi kita bisa berjalan menuju pulau ini |
 |
| Lama tidak ketemu akhirnya kita bisa jalan bareng lagi walaupun ini menjadi yang terakhir |
 |
| Tenang dan terasa damai |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Tempat
yang patut di kunjungi juga selain tempat wisata alam adalah Monumen Perjuangan
Rakyat Bali yang biasa di sebut dengan Bajra Sandhi. Monumen yang terletak diKota Denpasar ini merupakan karya arsitek Ida Bagus Gede Yadnya. Kebetulan aku masih mahasiswa maka dengan Rp 3.000 aku bisa menikmati pesona Bajra Sandhi, sedangkan untuk umum dikenakan biaya Rp 10.000/orang. Adapun
tujuannya adalah untuk mengenang perjuangan rakyat Bali. Monumen ini terdiri
dari 3 lantai yaitu:
- Lantai dasar disebut dengan Nistaning
Utama Mandala. Disini terdapat ruang informasi, perpustakaan, administrasi dan
toilet. Di tengah-tengahnya terdapat kolam yang disebut dengan Puser Tasik.
Untuk menghubungkan lantai 1 sampe terakhir terdapat tangga yang dinamakan
Tangga Tapak Dara yang berjumlah kurang lebih 70 anak tangga.
 |
| Bajra Sandhi |
- Lantai
kedua disebut dengan Mandyaning Utama Mandala. Disini terdapat cerita mengenai
sejarah Bali dari zaman purba hingga masa mempertahankan kemerdekaan. Terdapat
diorama yang berjumlah 33 buah yang menggunakan 3 bahasa yaitu bahasa Bali,
bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
- Lantai ketiga
atau lantai paling atas disebut dengan Utamaning Uta ma Mandala. Tempat ini sangat cocok untuk
melihat suasana Kota Denpasar yang begitu indah.
 |
| Halaman depan Bajra Sandhi |
 |
| Bajra Sandhi dari samping |
 |
| Ada yang prewed disini |
 |
| Kota Denpasar dari atas Bajra Sandhi |
|
|
|
|
 |
| Tangga Tapak Dara |
 |
| Puser Tasik |
 |
| Apik tenan |
Waktu 2 hari bertemu teman lama terasa sangat singkat. Aku terpaksa pulang ke surabaya karena akan diadakan Ujian Lokal. Padahal ingin sekali menghabiskan tahun baru di Bali bersamanya. Aku memilih travel untuk perjalanan pulang kali ini dengan biaya Rp 200.000. Lumayan murah karena pelayanannya bagus plus air minum, roti dan makan malam sudah termasuk dalam harga tersebut. Demikian
perjalanan ku dan ketiga temanku selama beberapa hari di Bali. Masih banyak sekali tempat yang
belum dikunjungi. Mudah-mudahan suatu saat dapat menginjakkan kaki di
pulau seribu pura itu. Sungguh tak akan
pernah bosan menikmati keindahannya. Semoga pesonamu tidak akan pernah pudar hingga
akhir dunia ini. Bali.. I am in love. See you next time…
Rangkuman biaya perjalanan Surabaya-Bali
Transportasi :
Kereta api Surabaya-Banyuwangi : 68.000
Penyeberangan : 7.000
Bis Gilimanuk-Denpasar : 35.000
Sewa motor : ada yang 35.000/hari
Travel Bali-Surabaya : 200.000
Penginapan : Mulai dari 75.000
Tiket masuk tempat pariwisata
- Uluwatu : 20.000,- plus parkir 2.000
- Pandawa :5.000,- plus parkir 2.000
- Bedugul/Beratan : 10.000,- plus parkir 2.000
- Tanah Lot : 10.000,- plus parkir 2.000
- Bajra Sandhi : mahasiswa : 3.000,- umum : 10.000,-
- Peninsula dan Water Blow : Gratis
- Pantai Kuta :Gratis, Parkir 4.000,-
- Pantai Sanur : Gratis plus parkir 2.000,-
Harga makanan di Bali variatif. Kebanyakan di atas Rp 10.000 per porsi
Demikian, semoga bermanfaat. :)
|
|
|
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar